Wednesday, 30 January 2013

Jamica - Terkutuk Cintamu

Jamica - Terkutuk Cintamu

Artist: Jamica
Title: Terkutuk Cintamu
Album: Pesta Reggae
Year: 2010



Sepi kini..saat mencintaimu
Perih ini...akan sikap burukmu
Kau berikam kepadaku..harapan yang semu
Tak perdulikan diriku

Mungkin kini..kau tak kan kembali
Hati ini..masih mengharapkanmu
Agar kenangan yang indah..yang telah terpatri
Di dalam hatiku..terukir namamu

Karena cintamu..tak dapat ku raih
Karena cintamu..tak dapat ku beli
Ku yakin cintamu ini..hanya mimpi
Terkutuk cintamu..untuk selamanya

Sepi kini..saat mencintaimu...

cinta ini membunuhku

Kau membuat ku berantakan
Kau membuat ku tak karuan
Kau membuat ku tak berdaya
Kau menolakku acuhkan diriku
Net
Bagaimana caranya untuk
Meruntuhkan kerasnya hatimu
Ku sadari ku tak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan
Reff:
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku
Bagaimana caranya untuk
Meruntuhkan kerasnya hatimu
Ku sadari ku tak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan
Repeat reff

sepenggal kisah tentang penantian dan cinta

kutarik selimutku sampai menyelimuti dada,
dingin? lelah? nikmat?
untuk pertanyaan yang terakhir ini terpaksa aku berbohong.....aku ucapkan nikmat tapi knyataannya hambar total...
kutoleh dirinya yang masih lelap dalam tidur, lebih tepatnya lelap dalam kepuasan kalau boleh kubilang...
ya, aku memang ahli dalam memuaskan dirinya, *koreksi* aku memang ahli dalam memuaskan pria...
aku beranjak dari tempat tidur, menyeret selimut yang tiba tiba menjadi gaun untuk menutupi tubuhku yang polos, kunyalakan rokokku, menghisapnya dalam dalam dan menghembuskan nafas panjang bersamaan dengan asap rokokku
........Saatnya untuk pergi....
dengan satu gerakan cepat aku memakai kembali bajuku
mau kemana? aku pun tak tahu....kucari kunci mobilku, sekali lagi kupandang wajahnya yang masih tertidur dan sama sekali tak merasa terganggu karena kegiatan yang aku lakukan...
aku buru buru turun dan masuk mobil...suasana begitu hening, kukemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi, berharap angin kencang ikut membawa gundahnya hatiku...
sudah berapa kali aku harus berbohong dan berpura pura?
harus berapa lama lagi aku menunggu dan mencari?

Keesokan hari di kantor
*handphone ku berbunyi*
aku : ya
dia  : pulang jam berapa?
aku : aku tak tahu, lembur mungkin *kebohongan pertama*
dia  : aku ingin makan malam denganmu
aku : mungkin tidak malam ini
dia  : ok, tidak masalah, telepon saja saat kamu sudah tidak sibuk nanti...
aku : ok
dia  : aku mencintaimu
aku : aku juga *kebohongan kedua*
kumasukkan handphone ke dalam tas ku, tatapanku kembali kosong...

'Mala' panggil seseorang di belakangku
'ya', jawabku...
'ayo kita berangkat, jadi khan dinner denganku?' sahutnya
sebelum kutolehkan wajahku kurubah mimik wajahku menjadi senyuman manis, 'betapa ahlinya aku' pujiku dalam hati, yaaa aku memang sudah terlatih untuk munculkan senyuman itu kapan pun aku mau....dalam keadaan hati apa pun....
Malam itu, di apartemen yang berbeda, dalam pelukan orang yang berbeda
'oh Mala, ini bagai mimpi untukku, malam ini begitu menakjubkan'
*aku tersenyum*
'aku tak menyangka akhirnya kamu membalas cintaku', bisiknya di telingaku
*aku kembali tersenyum* dan dia pun mengecup keningku
malam ini kembali aku merasa hangat namun seperti biasa....cuma sementara......
kembali kupecah keheningan malam dengan derungan mobilku yang melaju kencang

Esok hari di sebuah meeting
Mataku menatap tajam pada sosoknya, tubuh tegapnya dan senyumnya
dia kembali menatapku dan menyiratkan ketertarikan yang berharap aku akan memiliki hasrat yang sama
*malam ini ak tak akan sendiri* pikirku
dan aku pun kembali memasang senyum termanisku....

email masuk dalam inbox ku
Rendra write :
bheb, kenapa semalam tiba tiba pulang? kenapa tidak membangunkanku? kenapa tidak membalas smua sms ku pagi ini bahkan tidak menjawab teleponku? apakah aku melakukan sesuatu yang salah? please call me...i really worry about you...
love u much
rendra
*close my inbox* no need reply actually....aku kembali memandang pada sosok laki laki di seberang meja yang masih saja menatapku....Okay...u're my boy...tonite...

Mereka berbisik bisik menatapku saat aku berjalan melewati kantin menuju ruanganku, kenapa?
bergosip tentu saja.....menganggapku salah satu pelacur paling laris, wanita paling jalang...
hahaha silahkan saja mati dalam pikiran bodohmu gurls.....dont care bout you, i'm not bitch because i'm rich actually and lucky me...i'm smarter than you....

aku bereskan tas laptopku saat seseorang masuk ruanganku
'aku sangat terkesan pada presentasimu pagi ini' sapanya
aku mengeluarkan senyumanku....dan dia pun jadi kehangatanku...malam ini...
buatku, melewatkan malam tidak sendirian adalah suatu keharusan namun mendapatkan kenikmatan adalah sebuah bonus yang kadang kudapatkan.
sebenarnya yang kubutuhkan hanya pelukan untuk kurangi lara yang lama tergores di hati namun para lelaki itu mana mungkin bisa menahan hasrat.... 
tengah malam untuk kesekian kalinya aku memecah keheningan dengan laju mobilku yang kencang
omong omong siapa nama pria tadi? hahaha *aku memukul kepalaku sendiri* bodohnya bisa lupa, danang? erwin? aahhh sudahlah kita panggil saja 'Lucky' lucky for him telah memiliki aku malam ini......

kubuka Handphone ku, Wow...ada 24 misscall?
rendra, dimas, rangga, hendi, hmm bahkan ada beberapa nomor yang tak kukenal...mungkin salah satu dari mereka yang pernah menemaniku menghabiskan malam....haha otakku ternyata terbukti masih sangat tumpul dalam mengingat nama orang...
kubuka Inbox handphoneku
Wew...sms? pernytaan cinta? pernyataan rindu? dari mereka?
*delete all*
terlalu lelah untuk membalas satu persatu, lebih tepatnya lelah untuk berpura pura mempunyai perasaan yang sama dengan mereka....sorry to say...u're just sleep partner to me...

akhir akhir ini ada seorang perempuan menerorku
lebih tepatnya menangis meraung raung saat meneleponku dan membombardirku dengan SMS minta belas kasihan, minta aku melepaskan suaminya???
aku cuma menggelengkan kepala, aku sendiri lupa yang mana suaminya...sudah kubilang aku payah dalam mengingat nama
aku bilang tidak usah memohon mohon aku memang tidak mempunyai hubungan apa apa dengan suaminya namun dia tetap berteriak teriak dan mengatakan bahwa suaminya mengakui dia mencintaiku
hmmmm *ak tertawa sinis*
cinta? padaku? mungkin dia terlalu bodoh untuk menilai bahwa aku tidak lagi mengenal cinta, aku butuh dia karena aku tidak suka sendirian saat malam hari dan dia ada...sial untuknya....
aku tegaskan pada wanita itu bahwa aku tak punya niat untuk mengganggu keluarganya dan menjamin bahwa suaminya tidak akan bertemu denganku lagi.

rasa nyeri itu datang lagi..
sudah dekat saatnya....aku tersenyum....
kadang merasa beruntung memiliki sixth sense yang begitu kuat tapi kurasa setiap orang pasti mendapat tanda nya masing masing ketika saat itu menjelang...

19 September 20**
malam ini aku sendirian di kamarku...ya sendirian...
foto foto berserakan dimana mana...dengan sisa tenagaku kuraih kotak cincin beludru itu...kubuka...dan aku tersenyum...kali ini benar benar senyum tulus bukan senyum penuh kepura pura an yang kutunjukkan pada para lelaki itu...kupakai cincin emas putih ke tangan kiriku dan cincin motif dari paduan emas kuning dibalut emas putih ke tangan kananku...
aku sudah memakai kedua cincinku, aku juga memakai celana jeans dan kaos kedodoran ini...aku siap...kuraba kepalaku yang sudah setengah botak
rasa sakit itu datang lagi..semakin sakit kurasakan...lagi lagi lagi...dan pandanganku pun mulai mengabur...smua gelap...semua putih...

aku berlari saat melihatnya...dia memelukku erat saat akhirnya aku dapat meraihnya...
inilah saatnya...dia menciumiku...aku tetap memeluknya erat
'apakah sakit prosesnya, sayang?' tatap mu dengan khawatir
aku tersenyum 'sama sekali tidak' jawabku
dia menggandengku, aku masih tak percaya sekarang aku sudah berada di sisinya..
'ayo kita harus berkenalan dengan Seseorang dan kamu harus mengakui semua kebandelanmu padanya' kami pun sama sama tergelak

di bawah, semua terlihat begitu sibuk, ya aku melihat mereka sibuk menyiapkan peti ku untuk dibawa ke Manado, sesuai dengan permohonanku yang kutulis dalam surat wasiat untuk Mama dan adikku...aku ingin disemayamkan di tempat yang sudah disiapkan saat suamiku berpulang lebih dulu...di liang lahat yang sama....
Kanker itu telah menolongku, kanker itu bukan hanya menggerogoti badanku namun juga mempersingkat waktuku...dia mempercepat hati yang merindu ini kembali pada cinta yang didambanya
sekarang hilanglah semua rasa kosong dan sepi itu yang biasanya kuusir sekuat tenaga dengan cinta palsu dan kenikmatan semu...
cinta ini telah dipersatukan kembali setelah begitu lama merasakan kepedihan semua sekarang terbayar sudah...

Jakarta, 19 September 20**
'semua indah pada waktunya'
RIP
Mala Gabriela

Cerita Cinta Indah Penuh Makna Dan Air Mata

Cerita Cinta Indah Penuh Makna Dan Air Mata


Selamat pagi kawan semua para pengunjung setia Chikara News. Semoga kebahagiaan selalu menyertai anda dan diberi kelimpahan karunia oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sudah lama tidak update artikel, kali ini saya coba menulis lagi sesuatu yang sudah lama sebenernya mau saya share di sini, tapi berhubung kesibukan jadi tidak sempat terus, tapi tenang aja, sekarang karena sudah sempat maka tulisan ini kami persembahkan untuk anda yang selalu memahami arti cinta dan kebahagiaan.

Ini adalah sebuah cerita cinta yang bermakna sangat dalam bagi kehidupan baik itu saya maupun mungkin untuk anda. Mengapa saya menyebutnya begitu, karena jika anda menyayangi orang yang saat ini ada dihati anda, tentunya anda tahu bagaimana memaknai arti cerita ini.

Judul : Love Story (Cerita Cinta)
Penulis : Rea Marsha
Penulis Asli Cerita : Tidak Diketahui

LOVE STORY


Kisah ini berawal dari pertemuan seorang wanita dengan lelaki yang sama-sama sedang melaksanakan sebuah kegiatan kemah. Jin itulah nama lelaki sedangkan Sinta nama wanita tersebut. Mereka berbeda sekolah tetapi karena memang kegiatan kemah bakti tersebut dilaksakan secara serempak oleh semua SMA maka mereka akhirnya sama-sama bertemu di perkemahan tersebut.

Letak tempat kemah Jin dan Sinta tersebut sebenarnya cukup jauh, tetapi karena mereka sering apel pagi bersama seluruh siswa, akhirnya tatapan-tatapan kecilpun tidak terhindari. Perlahan Jin mulai berani mendekati Sinta jika ada waktu senggang istirahat. Tetapi belum berani untuk berkenalan, Jin hanya tersenyum kecil jika lewat didepan Sinta. Akhirnya setelah beberapa kali bertemu dan saling melempar senyum, mereka berkenalan.

"Hei, hari ini panas banget ya?"

"Iya panas nih, mungkin karena gunung ini udah gundul kali ya, makanya panas."

"Anyway, kita belum kenalan kan? Nama aku Jin. Nama kamu siapa?"

"Namaku Sinta"

Begitulah proses perkenalan mereka yang sangat singkat tersebut akhirnya membuat keduanya semakin dekat dari hari kehari.

Kemah sudah hampir satu minggu mereka laksanakan, dan keduanya juga semakin akrab. Sampai akhirnya mereka berdua harus terpisah karena kegiatan kemah telah usai. Tetapi kemah berakhir atau tepatnya di acara Malam Keakraban, Jin sengaja berada disamping Sinta agar jika mereka tidak bertemu lagi, maka tidak ada kesedihan karena rasa rindu.

Cerita Cinta Indah Penuh Makna Dan Air Mata
"Sin, klo kegiatan ini udah kelar, kita masih bisa ketemu lagi ga ya?" Tanya Jin.

"Aku juga ga tau Jin, tetapi klo emang kita ga bisa ketemu lagi, gimana?" Jawab Sinta.

"Yang pasti aku bakal kehilangan kamu banget" Jin terlihat sedih dengan mengatakan hal tersebut.

Begitulah malam keakraban mereka lalui dengan kesedihan karena kemah akan usai besok dan mereka akan segera kembali kerumah masing-masing.

Esok hari pun tiba, saat dimana mereka harus segera persiapan untuk pulang. Jin yang masih merasakan sedih akhirnya memiliki niat untuk menembak Sinta untuk dijadikannya seorang pacar, agar mereka bisa terus bertemu jika keduanya telah sama-sama sudah kembali kerumah. Didekatinya Sinta yang saat itu sedang mengepak pakaiannya.

"Boleh ngomong sebentar ga?" Jin mendekat.

"Boleh, ngomong aja Jin, ada apa?" Sinta berdiri dan mendekat ke Jin yang ada di luar camp.

"Tapi ga disini, bisa kita kedepan sebentar?"

"Oh, yaudah yuk!"

Mereka berdua kedepan camp dan disitulah Jin mengatakan bahwa dia saya kepada Sinta. Akhirnya mereka berdua telah menjadi sepasang kekasih karena Sinta ternyata juga menyukai Jin.

Dengan bertukar no handphone dan alamat rumah, mereka berharap akan bisa menjalin hubungan yang langgeng nantinya.

============================================================================

Kegiatan camp sudah berlalu sekitar 2 hari, Sinta dan Jin juga seperti biasa melakukan aktifitasnya masing-masing dengan tetap saling menjaga komunikasi mereka berdua.

Sejak hari pertama mereka sampai dirumah, Jin sudah main kerumah Sinta. Dia juga berkenalan dengan orang tuanya yang terlihat sangat ramah kepada Jin.

"Tau ga aku bawa apa?" Tanya Jin

"Bawa apaan sih, kok repot-repot?" Sinta seakan melarang Jin membawa sesuatu.

"Merem dulu dong, nanti baru aku kasih surprisenya"

"Oke, deeehhh..."

"SURPISEEEEE....!!!"

"Ya ampun Jin kok sampe segitunya sih" Jawab Sinta yang terlihat bahagia karena dibawakan sebuah bonek pink yang lucu.

Begitulah kejadian hari pertama yang sangat berkesan untuk keduanya karena sudah 2 hari sejak camp mereka tidak bertemu.

Sejak hari pertama itulah Jin menawarkan Sinta untuk menjemputnya tiap hari jika berangkat kesekolah.

Mereka tersenyum bahagia setiap hari karena bertemu dan bercanda bersama. Rasa sayang dan cinta semakin dalam mereka rasakan satu sama lain. Sampai dengan hari ke 56 mereka bersama atau tepatnya hampir 2 bulan bersama memadu kasih dan cinta berdua. Tidak lupa Jin juga selalu membawa sebuah boneka tiap hari mereka bertemu.

Walaupun mereka berdua selalu bersama dan terlihat bahagia, sedikitpun Jin tidak pernah mengatakan "Aku Sayang Padamu" kepada Sinta. Sinta-pun merasa semakin lama tidak nyaman karena hal tersebut.

Suatu ketika saat Jin main kerumahnya, Sinta berkata kepada Jin.

"Jin, kamu sayang ga sih sama Sinta?"

"Ehmm, Aku....aku pulang dulu ya, ini bonekanya buat kamu"

"Lho kok malah pulang"

Sinta tidak habis pikir, kenapa Jin tidak mau mengatakan sayang kepada dirinya. Saat ditanya sayang atau ga, malah Jin bergegas pulang. Sampai terbesit dalam pikiran Sinta, apakah Jin tidak serius sayang kepada dia ya?

Lalu tiba akhirnya Sinta yang akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun, dan besar harapan Sinta agar Jin bisa datang ke hari tesebut. Karena ini merupakan hari yang sangat penting bagi dirinya, Sinta berpikir tentu Jin akan memberikan sebuah surprise yang sangat indah sepanjang hidupnya.

Ulang tahun Sinta jatuh 2 hari lagi, dirinya terlihat selalu bahagia saat bersama dengan Jin.

"Kamu kenapa sih kok senyum-senyum terus"

"Ah ga pa2 kok, cuma seneng aja"

"Oh"

Begitulah Jin yang terlihat sangat dingin menjawab kebahagiaan Sinta. Lalu tiba saatnya ulang tahun Sinta yang ke 17 yang tepat jatuh pada hari minggu. Dengan mengenakan sebuah gaun pesta yang cantik, Sinta menyambut semua tamu undangan yang pada sore itu datang kerumahnya, karena memang acaranya berlangsung pada sore hingga malam.

Sudah pukul 8 malam, Jin belum terlihat datang di pesta ulang tahun Sinta. Dia mulai cemas dan berpikir sesuatu yang buruk mungkin terjadi kepada Jin.

Waktu terus berjalan, dan semua tamupun telah pergi karena acara telah usai. Sinta semakin cemas dan tidak karuan karena Jin tidak kunjung tiba. Dia mencoba menelpon ke no handphone Jin tetapi tidak aktif.

Dengan perasaan campur aduk, Sinta terus menunggu Jin yang belum datang tersebut. Sembari berdoa dia juga berpikir, "Apa Jin lupa hari ulang tahunku?" begitulah yang dipikirkan oleh dirinya.

Pagi pun tiba, Sinta yang saat itu tertidur di sofa depan tidak menemukan Jin datang pada malam hari ulang tahunnya. Sembari menangis karena kecewa akhirnya Sinta segera mandi dan bergegas berangkat kesekolah.

Hari itu Jin tidak terlihat menjempur Sinta seperti biasanya. Merasa aneh dan seakan masih kurang percaya Jin lupa dengan hari ulang tahunnya, dia akhirnya memutuskan untuk mampir kesekolah Jin terlebih dahulu sebelum berangkat kesekolahnya.

Sesampainya di sekolah, apa yang Sinta temukan? ternyata Jin sedang bercanda dengan teman-teman wanitanya sembari tertawa seakan mereka akrab satu sama lain. Sinta yang melihat pemandangan yang menyakitkan tersebut akhirnya mendekati mereka dan marah kepada Jin.

"Oh jadi gini ya kelakuan kamu selama ga sama aku?"

"Si..Sinta?"

Dengan marah Sinta segera bergegas pergi meninggalkan mereka. Anehnya Jin tidak mengejar Sinta yang marah karena peristiwa tersebut. Sinta yang menangis saat itu seakan tidak diperdulikan oleh Jin.

Seharian dari sepulangnya Sinta dari sekolah, hanya menangis karena sakit hati kepada Jin. Dari pagi sampai malam dia hanya menangis terus menerus dengan masih terpikir peristiwa tadi pagi saat Jin bersama dengan wanita lain.

Sudah berkali-kali Jin menelpon tetapi Sinta mengabaikan panggilan dari Jin tersebut dan berjanji tidak akan pernah mau lagi bertemu dengan Jin sampai kapanpun.

Lalu selang beberapa jam, bel sepeda motor berbunyi dari luar rumah Sinta. Sinta yang saat itu memang belum tidur mendapat pesan singkat yang berbunyi "Tolong kamu keluar sebentar Sinta, aku mau ngomong sama kamu".

Sinta yang memang sangat mencintai Jin akhirnya tidak menolak untuk keluar rumah untuk menemui Jin yang saat itu berada diluar rumah.

"Mau apa lagi kamu?! ga puas kamu udah nyakitin aku hari ini" Tegas Sinta dengan nada tegas dan marah.

"Aku mau minta maaf sama kamu" Jawab Jin dengan nada lemah.

"Maaf kata kamu?! kamu ga sadar sudah buat aku sakit seperti ini?!"

"Sinta, aku...mau ngasih ini ke kamu...."

Jin membawa sebuah boneka besaaaar sekali yang tidak biasanya boneka yang dia berikan kepada Sinta. Tetapi Sinta semakin marah besar kepada Jin.

"Buat apa lagi kamu bawain boneka lagi ke aku? apa dengan membawa boneka itu, aku akan memaafkan kamu Jin? TIDAAAAKKK....!!!"

Dengan merebut bonek yang dipegang oleh Jin, dibuangnya kejalan boneka tersebut.

Dengan perasaan sedih Jin kaget dan perlahan berjalan menuju ke boneka tersebut berniat mengambilnya.

Tiba-tiba terdengar dari jarak jauh sebuah mobil yang melaju kencang mengarah ke Jin yang tepat berada ditengah sedang mengambil boneka tersebut. Lalu...."BRAAAKKK...!!!!" Jin tertabrak dan Sinta berteriak, TIDAAAAAKKKK....!!! JIIIINNNN.....!!!

Mobil tersebut menghempaskan tubuh Jin sampai beberapa kilometer. Jin meninggal dunia seketika karena pendarahan pada bagian kepalanya. Sinta seketika itu pingsan dan orang-orang yang berada disekitar segara mengamankan tubuh Jin yang sudah tidak bernyawa lagi.

Jin telah tiada, hanya sebuah kenangan Sinta akan kepedihan yang tidak akan pernah kembali untuk selamanya. Sinta merasa sangat bersalah karena dirinya lah yang menyebabkan kematian orang yang paling dia sayangi.

Lalu sembari menangis, dia kembali mencoba mengenang semua kenangan indah bersama dengan Jin. Dilihatnya sekeliling kamar sambil meneteskan air mata, kamar yang penuh dengan boneka-boneka pemberian Jin. Dengan bertambah sedih Sinta memeluk boneka tersebut erat-erat, tiba-tiba "I LOVE YOU..." "I LOVE YOU..."

"hah?" Sinta kaget...

Dari perut boneka tersebut berbunyi "I LOVE YOU" Lalu Sinta mulai memencet perut boneka lainnya lalu, "I LOVE YOU" semakin tidak percaya dipencet lah semua perut boneka pemberian dari Jin yang berjumlah 59 boneka tersebut. Semakin deras air mata Sinta, "kenapa aku ga sadar klo selama ini Jin selalu ingin mengatakan cinta kepadaku lewat boneka-boneka yang ia berikan kepadaku?"

Lalu Sinta mengambil boneka yang paling besar dan merupakan boneka yang ke-60 pemberian Jin kepada dirinya sebelum jin meninggal. Dipencetnya pula perut dari boneka tersebut. Lalu terdengarlah rekaman suara Jin, dia mengatakan seperti ini"

"Sudah 60 hari kita bersama Sinta, tetapi sampai hari ini pun aku belum bisa mengatakan kata cinta kepadamu. Tiap hari aku berharap bahwa boneka ini bisa mewakili kata cintaku tersebut untuk dirimu, tetapi ternyata kamu tidak pernah menyadarinya. Aku tahu bahwa aku adalah seorang pengecut, tetapi yang perlu kamu tahu kalau aku....cinta....kamu sampai akhir hayatku"

Begitulah rekaman suara Jin yang dia berikan sesaat sebelum Jin kecelakaan dan merenggut dirinya. Sinta menangis dan tidak pernah akan mendapatkan kembali sosok Jin yang ternyata sangat-sangat mencintainya.

------------------------------------------ SELESAI ------------------------------------------

Saturday, 26 January 2013

still virgin - merangkai imajinasi

Resah kini hari ku melewati waktu dalam penantian kuDetak kini jantungku sesak kan nafasku seakan hentak kan khayalku
Telah kini ku mengerti rasa ini kan ku sadariMengingatkanku melepaskanku dalam …
Kan ku tunggu diri mu bersama ku selalu dalamSejuta harapan yang tertinggal yang tak terlupakanHempaskanku dalam lamunanku
Lamaku bersembunyi tempatkan diriku dalamSekatkan jiwaku..
Bernyanyilah tertawalah menarilah bersama ku dalamMimpi yang tak kan pernah pudar selalu kan terbayangDekap aku dalam lamunanku
Tak lagi aku kan menerka hari esok tanpa arahKu pastikan hari ini kan ku mulai/ genggam segalanya
Lelah ku berikan waktu ku melangkahDan tak kan ku hapuskan segala yang kan ku kenang
Tempatku melangkah apa yang ku rasaTerbaring ku terlelap sendiri tak kan ada….

killing me inside - tanpa dirimu

Aku memang tak yang terbaik untukmudan aku memang tak yang terindah bagimu
mungkin semuanya tak seperti dulusaat kita bisa berbagi bersamaaku takkan rela bila kau tak ada disisiku
Reff :ku berlari dan terjatuh ( disini )ku mencari dan tak ada ( dirimu )aku sendiri dan aku berdiri hanya untuk bersamamuaku disini selalu menanti saat nanti kau akan kembali
mungkin seandainya kau ada disinisaat aku lelah dan tak tau arahaku takkan rela bila kau tak ada disisiku
back to reff :
aku memang bukan yang terbaik ( aaaaaa aaa ) untukmu
(ku berlari dan terjatuh) disini(ku mencari dan tak ada) dirimuaku sendiri dan aku berdiri hanya untuk bersamamuaku disini selalu menanti saat nanti kau akan kembali

last child - seharusnya


Pergilah kan ku simpan bayangmu di sini
Sebagai puisi yang ceritakan tentang engkau dan aku 
Biarlah … demi angan ini
Di saat ku sadari kau tercipta bukan lagi untukku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Seharusnya tak ku isi hatiku dengan cinta untuk dirimu 
Yang kini menghancurkan hidupku
Karena hanya kamulah yang mengerti jiwaku
Yang keliru tentang arti mimpi
Yang jadi tempatku berpijak tuk meninggikanmu
Haruskah bila ku salahkan hidup ini
Yang mempertemukan kau dan aku
Hanya tuk terlepas dari pelukku
Seharusnya tak ku isi hatiku dengan cinta untuk dirimu 
Yang kini menghancurkan hidupku
Karena hanya kamulah yang mengerti jiwaku
Yang keliru tentang arti mimpi
Yang jadi tempatku berpijak tuk meninggikanmu
Yang pernah aku cintai
Lebih dari cinta itu sendiri
Cinta yang ku paksakan terjadi
Dosa yang terlambat aku sesali
Seharusnya tak ku isi hatiku dengan cinta untuk dirimu 
Yang kini menghancurkan hidupku
Karena hanya kamulah yang mengerti jiwaku
Yang keliru tentang arti mimpi
Yang jadi tempatku berpijak
Seharusnya tak ku isi hatiku dengan cinta untuk dirimu 
Yang kini menghancurkan hidupku (menghancurkan hidupku) 
Karena hanya kamulah yang mengerti jiwaku
Yang keliru tentang arti mimpi (mimpi yang jadi)
Yang jadi tempatku berpijak tuk meninggikanmu